Kenapa Kamu Tidak Perlu Jadi Orang Lain untuk Terlihat Keren?
Apakah Itu “Persona Pribadi”?
Persona pribadi, secara sederhana, adalah versi diri kita yang kita tunjukkan kepada publik. Kata “persona” sendiri berasal dari kata Latin “topeng.” Dalam psikologi (terutama menurut definisi Carl Jung), persona adalah titik temu antara siapa diri kita sebenarnya dan siapa yang ingin kita tunjukkan kepada dunia.
Bayangkan dirimu seperti sebuah smartphone. Ada sistem operasi yang kompleks, data pribadi, dan beberapa aplikasi rahasia. Itulah dirimu yang sesungguhnya. Persona, di sisi lain, adalah wallpaper atau layar depan. Kamu bisa menggunakan wallpaper ini sesuai dengan aktivitasmu.
Di kantor, Strategi Persona Pribadi kamu memiliki sikap “Profesional”. Kamu tertata rapi, sopan, dan tidak terlalu suka bercanda.
Di rumah, kamu mengadopsi persona “Anak/Sahabat.” Kamu mungkin tertawa lepas, berteriak, atau bahkan menangis tanpa filter.
Di media sosial, kamu mengadopsi karakter “Kreatif” atau “Inspiratif,” yang hanya berfokus pada aspek-aspek yang menarik secara visual.
Ini bukan berarti kamu munafik, lho. Ini adalah bentuk adaptasi sosial. Layaknya bunglon yang mengubah warna kulitnya untuk bertahan hidup, kita mengubah persona kita agar diterima di lingkungan yang berbeda.
Mengapa Kita Membutuhkan Persona?
Mungkin ada pertanyaan seperti, “Kenapa sih repot-repot pakai topeng? Kenapa nggak jadi diri sendiri aja?”
Jawabannya: Karena dunia ini rumit.
Kamu mungkin akan mengalami kesulitan jika selalu menjadi diri sendiri dalam setiap situasi. Sebagai contoh, saat kamu rapat dengan bos besar, kamu tidak bisa bersikap seperti saat sedang nongkrong di warung kopi. Kamu adalah sosok yang menunjukkan empati dan kemampuan.